Monday, July 06, 2009

La Bella Canzone di Amore*

Hai hai......
Happy July everyone.....

Hmm hm... sudah lama tidak beredar di sini... Ada mainan baru sih...
But anyway...i've been in a good days.....

Nah jadi kabar saya bulan-bulan ini adalah belajar bahasa Italia. Dalam rangka impian saya menuju Turin. Heheheee.... Nah, belajar bahasa asing, menurut salah seorang teman saya, dapat dipahami dengan tiga hal : berada di negara tersebut (yang bahasanya mau dipelajari), kursus bahasa, dan dengan lagu/buku/film. Maka jadilah saya mulai tergila-gila dengan lagu-lagu berbahasa italia dan menonton film berbahasa italia. Termasuk siaran tv berbahasa italia yang dengan mudahnya di lihat di youtube ;)

Sukses? Belum. Heheheee.... Tapi setidaknya saat mendengarkan kata dalam bahasa italia, sedikitnya sudah mgerti, tinggal nyari artinya. Bahasa Italia agak-agak mirip bahasa spanyol (yang jadi ikut-ikutan dipelajari sedikit) yang memberi kesan seksi. Selain musik yang indah, lirik lagu italia sangat indah. Just for your information, saya sangat menyukai lagu dengan musik yang indah dan lirik yang juga indah. Di sini, saya akan memperlihatkan dan memperdengarkan 5 dari sekian lagu berbahasa Italia yang sedang saya dengarkan terus menerus setiap hari.

Lagu italia pertama yang membuat saya jatuh cinta adalah lagu berjudul Storia di Un Grande Amore (History of a Great Love) ini,



dan ini sebagian liriknya (yang saya terjemahkan ke dalam bahasa indonesia),

Simili a degli eroi, abbiamo il cuore a strisce
(seperti layaknya seorang pemenang, kami memiliki hati untuk menjadi juara)
Portaci dove vuoi, verso le tue conquiste
(siapapun kamu yang datang -kepada kami-, kami akan dengan konsekuen melawan)
Dove tu arriverai, sarà la storia di tutti noi
(kapanpun kalian akan datang, kamilah yang akan menjadi sejarahnya)
Solo chi corre può, fare di te la squadra che sei.
(kami hanya bisa berlari, untuk menjadikan kami sebagai tim yang sepantasnya)


Itu adalah sepenggal lirik lagu Storia di Un Grande Amore, Juventus Football Chant. Lagu yang didengungkan sebelum pertandingan Juventus di home stadion mereka. Yang membuat saya merinding mendengarnya (ini dari youtube, formasi dan lagu saat pertandingan di UCL 2009 Juventus vs Chelsea).





Lagu kedua yang membuat saya jatuh cinta dengan lagu italia adalah lagu dari Nek (Filippo Neviani) yang berjudul In Te (In You). Lagu ini tentang bagaimana perasaan seseorang saat akan menjadi orangtua. Dan bagaimana ada saja orang yang tidak menginginkan anak, padahal perasaan yang ada begitu indah.



Lirik dari verse ke 2,

Per lui mi cambierò
(untuknya aku akan merubah diriku)
la notte ci sarò
(seluruh malam akan kuberikan)
perché non resti solo mai
(karena dirinya, aku rela tak istirahat)

per lui lavorerò,
(untuknya aku akan bekerja sekuat tenaga)
la moto venderò
(semua perjalanan akan ku tempuh)
e lo proteggerò, aiutami.
(aku akan menjaganya, dan kau akan membantuku)

Lui vive in te
(dia hidup di dalam dirimu)
Lui ride in te
(dia tertawa di dalam dirimu)
o sta provandoci
(atau dia mencoba untuk itu)

Oow.... so sweet (bahasa italianya, troppo dolci....) Oh ya, Lui dalam bahasa italia itu adalah dia (untuk laki-laki), sedangkan untuk perempuan adalah Lei.

Lagu berikutnya dari Alex Britti yang berjudul Una Su Un Milione (one in a million). Ini lagu yang sangat romantis dan berbahasa italia yang pernah saya dengar. Sebuah lagu sederhana, yang menggambarkan cinta yang tidak sederhana. Pertama dengar, saya langsung jatuh cinta.



lirik dari 8 baris terakhir,
amo amo
(cintaku)
e' un dono di natura
(ini adalah hadiah dari alam)
perche' la nostra storia
(karena kisah kita)
non e' solo un'avventura
(bukan hanya sebuah petualangan)

amo amo
(cintaku)
e' una semplice canzone
(ini adalah sebuah lagu sederhana)
che serve a me per dirti
(yang akan membuatmu mengerti)
che sei una su un milione
(bahwa kau adalah satu dari sejuta)
Lagu ke empat, adalah lagu dari Andrea Bocelli & Eros Ramazzotti, dua penyanyi terkenal di Italia. Walau berbeda generasi, berbeda jenis musik, bahkan berbeda klub favorit (bocelli adalah interisti sedangkan ramazzotti adalah juventini), saya takjub mendengarkan lagu mereka berdua ini.



Lirik dua bait terakhir,
A lei
(untuknya)
Regalerai
(kau akan berikan)
Quello che resterà
(semua yang tersisa)
Del tuo tempo che verrà
(dari saat ini untuk masa depan -dirimu dengannya-

A lei
(untuknya)
Ti legherai, per sempre avrai
(kau akan mendekatkan dirimu, agar selalamanya dirimu ada)
Nel cuore lei
(di hatinya)



Dan terakhir, lagu dari Eros Ramazzotti yang berjudul Un Emozione Per Sempre (An Emotion Forever). Lagu mengandalkan alunan gitar Eros, yang juga punya pengaruh dari musik spanyol (karena Eros bernyanyi dalam dua bahasa, italia dan spanyol). Musiknya asyik banget, dan vokal Eros yang khas bener-bener masuk di lagu ini. Mendengarkan lagu ini pasti jadi bergoyang, heheheee.....



Lirik dari reffrainnya,

Certi amori regalano un'emozione per sempre
(tentu saja cinta pasti memberikan kita emosi bahagia selamanya)
momenti che restano così impressi nella mente
(momen yang mengingatkan kita akan yang ada di pikiran kita)
certi amori ti lasciano una canzone per sempre
(tentu saja cinta akan selamanya meninggalkan sebuah lagu di dirimu)
parole che restano così nel cuore della gente...
(kata-kata yang akan selalu ada di hati semua orang)


Jadi, itulah sebagian lagu-lagu berbahasa italia yang saya suka dengarkan akhir-akhir ini. Jadi benar-benar membantu untuk belajar bahasa italia. Hehehee.....

Ciao!





*lagu indah tentang cinta


















Tuesday, February 10, 2009

Nemu di YouTube




Salah seorang ustadz dari PPMI Assalaam Surakarta mengunggah (upload) video ini via YouTube...

Eh....
disitu
ada bapak-ibu ku,
ada rumah ku juga plus alamat rumahnya
bahkan ada sambel tempenya ibu ku juga.

duh, jadi kangen rumah..

Tuesday, January 06, 2009

So Easy Loving you

................You're the final piece that fits
You're the smile I can't resist
For everything you brought me through
And everything you'll ever do
It's so easy loving you......................

and it's so hard when comes to someone else


(Part of "So Easy Lovin' You"Lyrics, written by Keating/Hector/Robson)

Monday, December 29, 2008

Seminggu sebelum 2009

Huaa...nggak nyangka tiga hari lagi udah 2009. Masih tertinggal 2 hari di 2008.
Aku bersyukur, 2008 dilewati dengan aman sentosa.
Gak kayak awal 2008 yang terkapar di rumah sakit .....
Prioritas di 2009 adalah menyelesaikan thesis.
Just it.
Karena yang lain pasti bisa menyusul....

So , Happy New Year of 2009... Wish you all the best....

Sunday, December 07, 2008

Sudut Pandang



Picture taken from here

Postingan hari ini mau bahas tentang sudut pandang. Kalian pasti tau, tiap orang punya sudut pandang yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu, walo objek ato subjek yang dilihat sama. Tema agak serius ini tiba-tiba muncul pasca nonton Twilight. Iya, film itu banyak banget pro kontra nya (akibat overexpossed and overexpectation ya begitu deh...). Ada yang bilang bagus, ada yang bilang so bored, ada yang bilang biasa-biasa aja, juga yang bilang jelek banget. Bahkan aku yang nonton bareng futsu aja punya penilaian yang berbeda tentang film itu, padahal kita nonton di tempat yang sama, jarak duduk kita nggak lebih dari 10 cm. Tapi tetap aja penilaian nya berbeda.

Mudah buat di nalar. Karena manusia emang berbeda. Biar sama-sama makan nasi, sama-sama orang Indonesia, cara melihat sesuatu itu pasti beda. Masalahnya, ga semua orang bisa ngehargain sudut pandang penglihatan yang berbeda itu. Contoh mudah aja. film Twilight itu sangat dibanding-bandingkan dengan Harry Potter, apalagi sejak pemeran Edward Cullen, Robert Pattinson maen disitu, dia dianggap "menyebrang ke pihak lawan" karena sebelumnya Robert maen di HP sebagai Cedric Diggory. Penggemar HP sebagian besar langsung memusuhi Twilight tanpa tedeng aling-aling. Dan sebaliknya. Padahal kalo dicermati baik-baik, dua film ato buku itu berbeda, yang ngarang aja beda, yang translate juga beda. Jadi, nggak usah buang waktu buat mbanding-mbandingin.

Kejadian yang sama juga sempat terjadi dengan film Indonesia berjudul Heart. Film itu busa membuat beberapa ABG menangis. Tapi aku enggak, oke, aku juga menangis, karena kecewa uang melayang begitu saja buat film yang aku pikir hanya dimainkan oleh tiga orang itu. But that's it. Sudah berlalu, tutup buku. Buat apa perang mulut dengan penggemar Irawansyah yang mengagumi aktingnya di film itu.

Gambaran lain mungkin bisa diandaikan antara aku dan temanku anggit (sori non pinjem nama en kasus bentar). Kalo kami berdua menonton TV misalnya, di taruhlah MTV (Asia), saat ada Ronan Keating menyanyi, mungkin aku akan bilang dia keren banget sementara anggit cuman ngangguk-ngangguk aja. Di lagu berikutnya, ada Eminem, dan gilirannya yang heboh sendiri sementara aku cuman tersenyum sambil angguk-angguk ikutin irama musiknya. We're in peace tough we're different (cieeeh...). Bahkan walo kita kompak Linkin Park is rockin', anggit lebih milih mengagumi Chester Bennington sementara aku mengagumi Rob Bourdon. But yet, we have no argue at all.

Just respect your self then respect others.



Oke, satu contoh lagi ya. Look at this picture. Sorry kalo agak porno, tapi gambar ini bener-bener membuat kita melihat dari sudut pandang yang berbeda.



Oke, apa yang kalian lihat. Aku percaya 100% dari kalian bakal nebak ini gambar tentang "Intimacy between men and women". Salah? Enggak. Itu benar. Tapi tahukah kalian, ketika gambar ini dihadapkan pada anak-anak , mereka menjawab itu adalah gambar 11 EKOR DOLPHIN. Berani bertaruh kalian nggak akan melihatnya. Sama seperti anak-anak yang tidak melihat gambar intim tersebut. Hahahaha....

Jadi begitulah. Sudut pandang kita emang berbeda-beda. Kalo emang kita nggak bisa melihat dari sudut pandang orang lain, biarin aja lah. Nggak usah buang-buang waktu (walaupun kalo ternyata bisa itu lebih bagus). Just respect it as well as you want to be respected.

Then, have a good day, dan Selamat Idul Adha.